Di era yang serba digital ini, menulis di media sosial adalah sebuah keniscayaan. Menulis di media sosial memudahkan kita untuk berekspresi menyampaikan opini kita kepada masyarakat luas. Berbeda dengan menulis di media yang masih bersifat konvensional yang harus melalui banyak verifikasi dan itu pun terkadang tulisan kita tak dimuat karena tak memenuhi persyaratan atau kriteria.
Menulis di media sosial bisa melalui Facebook, Twitter, Instagram, blog serta media-media yang lainnya. Meskipun diberikan kebebasan menulis apapun di media sosial, kita terap harus menjunjung tingga etika dalam hal ini etika penulisan, etika isi tulisan apakah bermanfaat atau malah merugikan orang lain karena saat ini banyak tulisan-tulisan yang hoax atau mengandung ujaran kebencian.
Dalam kesempatan siang hari ini beberapa penulis keren dari kumparan memberikan tips menulis di era digital, di antaranya :
1. Jelas & ringkas Tulisan tidak boleh bertele-tele serta memakai kalimat yang berlebihan.
2. Perhatikan judul Membuat judul yang efektif, lugas, serta antara judul dan isi harus sinkron sehingga pembaca akan tertarik untuk membaca hingga akhir.
3. Sub judul Sub judul harus diperhatikan agar sesuai dengan judul di atas.
ADVERTISEMENT
4. Akrab dengan medsos Dengan harapan kita akan menemukan informasi-informasi baru sehingga memacu kita untuk mengembangkan tulisan yang akan ditulis.
5. Hindari plagiarisme Plagiarisme sangat dilarang di negara kita karena sangat merugikan penulis utama. Di sisi lain jika tulisan kita berindikasi plagiat maka nama kita akan tercemar. So, hindari palgiat ketika menulis. Cantumkan nama orang yang kita ambil argumennya.
6. Pelajari banyak gaya penulisan. Hal ini bertujuan untuk membuka cakrawala berpikir kita tentang dunia tulis menulis.
7. Banyak membaca & terus menulis Membaca akan membuka ruang berfikir kita menjadi luas sehingga saat menulis kita memiliki ide yang beragam.
Menurut narasumber dari kumparan, mbak Rina Nurjanah (editor kumparan) dan mas Alfons Y. (tim Engagement kumparan) untuk bisa menulis maka harus terus praktik menulis. Tak perlu menunggu tulisan kita baik tapi teruslah menulis denga ide-ide yang kita miliki.
Selamat membudayakan membaca & menulis.
Sumber: Kompasiana[dot]com